26 Agustus 2016 08:38:09 2.383 Kali
SEJARAH SINGKAT DESA - Setiap Desa atau daerah pasti memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dari karakter dan pencirian khas tertentu dari suatu daerah. Sejarah desa atau daerah sering kali tertuang dalam dongeng- dongeng yang diwariskan secara turun temurun dari mulut ke mulutt sehingga sulit untuk dibuktikan secara fakta. Tidak jarang dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat, dalam hal ini di Desa Grujugan juga memiliki hal tersebut yang merupakan identitas dari Desa ini.
Grujugan adalah salah satu desa di Kecamatan Gapura yang terletak sekitar 8 km di sebelah timur Kantor Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Sebelah utara dibatasi oleh Desa Banuaju Timur Kecamatan Batang-Batang, sebelah timur dibatasi oleh Desa Jadung Kecamatan Dungkek, sebelah selatan adalah Laut Jawa dan di sebelah barat adalah Desa Longos Kec. Gapura.Jumlah penduduk Desa Grujugan berjumlah 3.464 jiwa, sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan, menangkap dan menjual hasil tangkapan ikannya kepada masyarakat sekitar dan kepada pedagang ikan dari luar pulau. Mereka mengolah air nira atau la'ang menjadi gula merah yang konon penjualannya sampai Tanah Jawa, mulai zaman dahulu banyak saudagar dari pulau-pulau di Nusantara yang kebetulan kapalnya sandar di pantai Grujugan, terutama dari Tanah Jawa, memborong gula merah untuk dibawa dan dijual di Tanah Jawa serta pulau lainnya. Dewasa ini banyak penduduk Desa Grujugan bermata pencaharian sebagai petani rumput laut, selain itu ada juga yang menjadi pegawai, baik sebagai PNS maupun karyawan swasta.
Desa Grujugan tidak bisa lepas dari peristiwa zaman dahulu kala, ada peperangan antara Kerajaan Bali dengan Keraton Batu Putih di bawah pimpinan Pangeran Lor dan Pangeran Wetan. Pasukan dari Keraton Bali di bawah pimpinan Ratu Jelante dan Pamadi .masuk ke Madura lewat Pantai Dungkek dan Gersik Putih yang kemudian bergerak kearah barat. Sepanjang perjalanan kearah barat tersebut, pasukan dari Kerajaan Bali mendapat perlawanan dari masyarakat di sekitarnya dengan berbagai macam cara, termasuk melemparidengan batu. Lemparan batu yang banyak dalam bahasa setempat adalah gerujug. Gerujugan berarti tempat di mana terjadi lemparan batu, yang kemudian menjadi nama desa, Desa Grujugan.
Masjid pertama Desa Grujugan terletak di Dusun Palegin. Mesjid Al Azhar begitu namanya diberikan oleh Hj. Khadijah bersama KH Jailani (menantu Hj. Khadijah) dan Kabul Akbar dari Andulang kepada mesjid yang dibangun di atas tempat yang sering digunakan Nyai Sufiah beribadah/shalat. Hj. Khadijah adalah putri dari Nyai Sufiah yang dikenal sebagai tokoh yang membuka daerah Grujugan menjadi sebuah perdikan atau tempat bermukim bersama Nyai Dewi dan Nyai Sanga. Nama Khadijah sekarang ditambahkan pada nama masjid pertama di Desa Grujugan dari Mesjid Al Azhar menjadi Mesjid Khadijah Al Azhar. Hal ini sebagai wujud penghormatan kepada suri tauladan atau kedermawanan yang pernah dilakukan pada masa hidup beliau. Beliau sering membagikan sedekah berupa makanan ketupat kepada siapa saja yang melewati rumah beliau. Nyai Sufiah dikenal dengan sebutan Nyai Mali (Maal = harta, bhs. Arab) berarti juga seorang yang berharta. Nyai Sufiah adalah cucu dari Nyai Podag Sapisan, putra dari Kyai Ali Brambang yang terkenal mampu mengajar mengaji seekor kera di hadapan Raja Sumenep pada waktu itu, putra dari Kyai Khatib Padusan, putra dari Syech Baidowi atau Pangeran Katandur, putra dari Panembahan Pakaos yang merupakan putra dari Sunan Kudus.
Desa Grujugan terdapat 4 Dusun yang berbeda-beda. Dusun yang pertama adalah Palegin, Palegin berasal dari kata "legen" atau nira, yang merupakan salah satu mata pencaharian pokok masyarakat setempat. Selain diminum sebagai legen (la'ang, bhs Madura) juga dibuat menjadi gula merah. Orang Jawa yang berlabuh dan membeli gula menyebut daerah tersebut dengan nama Palegen atau Palegin, dengan logat Madura, yang berarti tempat pembuatan "legen" atau nira/gula merah.
Selain Dusun Palegin ada 3 (tiga) dusun yang lainnya, yaitu Dusun Karang Mimba, Dusun Tolasan dan Dusun Karang Pao.Karang Memba berasal dari karang yang berarti pekarangan atau lahan, dan memba yang berarti pohon memba. Karang Mimba berarti pekarangan atau lahan yang banyak ditumbuhi pohon memba.
Tolasan berasal dari "to" yang berarti beto atau batu dan lasan atau petilasan yang berarti bekas. Tolasan berarti batu petilasan, yang mana pada lokasi tersebut ditemukan peninggalan berupa batu yang ada bekas atau tilas tapak kaki. Sampai sekarang masyarakat tidak tahu tapak kaki siapa di atas batu tersebut.
Karang Pao berasal dari karang yang berarti pekarangan atau lahan, dan pao yang berarti mangga. Karang Pao berarti pekarangan atau lahan yang banyak ditumbuhi pohon mangga.
Kalebun adalah sebutan masyarakat setempat untuk Kepala Desa. Saat ini Desa Grujugan dipimpin oleh Kepala Desa DIDIK SUSANTO sejak Tahun 2020-2026. Selanjutnya, sebelum kepemimpinan Kepala Desa DIDIK SUSANTO, desa Grujugan pernah dipimpin oleh seorang kalebun diantaranya :
Demikian sejarah atau informasi singkat tentang desa Grujugan seperti yang disampaikan oleh nara sumber. Beliau yang telah menyumbangkan sebagian pemikirannya kepada kami adalah orang-orang yang dikenal akan kecendikiaannya, salam takzim dari kami. Selanjutnya semoga tulisan ini dapat menambah khazanah pikir kita semua. Amiin. Dan jika ada kesalahan dalam upaya penulisan riwayat pitutur ini kami mohon maaf.
Pada artikel ini
Untuk artikel ini
Sinergi Unira dan Pemdes Grujugan Ciptakan Peluang Usaha Baru Lewat Hilirisasi Udang Vaname
date_range 05 Oktober 2025 favorite 219 Kali
Peringati G30S, Pemerintah Desa Grujugan Kibarkan Bendera Setengah Tiang
date_range 30 September 2025 favorite 118 Kali
KKN Reguler Posko 16 Universitas Annuqayah Akhiri Pengabdian dengan Maulid Nabi
date_range 22 September 2025 favorite 181 Kali
Seminar Go Branding; Dorong UMKM Desa Grujugan Tumbuh Hebat
date_range 16 September 2025 favorite 293 Kali
Pemdes Grujugan Teguhkan Dukungan untuk Syubbanul Wathan di Milad ke-VII
date_range 10 September 2025 favorite 229 Kali
Pemdes Grujugan Boyong Empat Piala di Semarak Lomba HUT ke-80 RI
date_range 02 September 2025 favorite 197 Kali
Cegah Penyebaran Campak, Pemdes Grujugan Gelar Sosialisasi dan ORI Campak
date_range 02 September 2025 favorite 209 Kali
MUSDES Penetapan Hasil Pendataan Berbasis SDGs Desa Grujugan
date_range 29 Mei 2021 favorite 652 Kali
12 Tahun Tanpa Kabar, TKW Asal Grujugan Ditemukan
date_range 26 November 2023 favorite 641 Kali
Grujugan Siap menjadi Desa “DIGDAYA” di Kabupaten Sumenep
date_range 04 November 2021 favorite 551 Kali
Launching Desa Siaga TBC, Bukti Nyata Grujugan Peduli Kesehatan
date_range 24 Maret 2021 favorite 538 Kali
Cara Cek Penerima Bantuan BPJS Desa Grujugan, Begini Caranya !!!
date_range 11 Januari 2021 favorite 507 Kali
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa, BPD dan Pengelola BUMDes Grujugan
date_range 16 Desember 2020 favorite 461 Kali
Rukat Desa, Pemerintah Desa Grujugan Gelar Kesenian “Mamaca”
date_range 18 Agustus 2020 favorite 403 Kali
Penyerahan KKN Universitas Wiraraja Madura
date_range 03 Agustus 2023 favorite 127 Kali
PEMDES GRUJUGAN BERIKAN PENYULUHAN HUKUM PERTANAHAN PADA MASYARAKAT
date_range 15 November 2020 favorite 350 Kali
Monitoring Realisasi ADD & DD Tahap I Tahun 2020 Desa Grujugan
date_range 14 Agustus 2020 favorite 301 Kali
Malam Puncak Rokat Desa, Warga Gelar Istighotsah Kubro
date_range 20 Juli 2023 favorite 126 Kali
Pelayanan Publik Desa Grujugan
date_range 12 Januari 2020 favorite 170 Kali
Kasat Binmas Polres Sumenep, Sosialisasi Implementasi Inpres No 06 dan Perbup No 55 Tahun 2020
date_range 31 Agustus 2020 favorite 239 Kali
Musyawarah Pengisian Anggota BPD Desa Grujugan Periode 2020-2026
date_range 20 April 2020 favorite 183 Kali
| Hari ini | : | 125 |
| Kemarin | : | 180 |
| Total Pengunjung | : | 151.566 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.55 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran